PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG BETUTU KELURAHAN TALANG JAMBE

  • By admin

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat lansia diwilayah tertentu yang telah disepakati dan digerakkan oleh masyarakat sehingga pelayanan kesehatan dapat diterima oleh masyarakat.Tujuan posyandu lansia ini untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia dimasyarakat sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia.

            Posyandu merupakan upaya pelayanan berbasis masyarakat,milik masyrakat,dan dikelola oleh masyarakat.pendirian posyandu ini pun  merupakan prakarsa masyarakat karena msyarakat memang membutuhkan keberadaan posyandu lansia untuk memberikan pelayanan kepada lansia.Pendirian posyandu tentunya melalui survey mawas diri atau SMD yang dilakukan oleh masyarakt,kemudian disampaikan dalam forum desa melalui musyawarah masyarakat desa atau MMD yang melibatkan seluruh komponen dan tokoh masyarakt desa setmpat,PKK,termasuk bidan desa,atau perawat dan dokter desa.

              Berdasarkan hasil musyawarah tersebut menyepakatipembentukan dan pembinaan kader posyandu lansia dan menyusun kepengurusan atau pengelolaan kader terbaru posyandu.selanjutnya hasil musyawarah dan kepengurusan yang telah dibentuk,dilaporkan kepada kelurahan talang jambi  dan puskesmas penanggung jawaban agar posyandu yang telah dibentuk mendapatkan pembinaan dari berbagai instansi tersebut.pembentukan posyandu lansia melalui langkah-langkah tersebut dapat efektif dan berkelanjutan.

            Daerah talang jambe merupakan daerah binaan bagi STIKES Mitra Adiguna Palembang khususnya program studi DIII Keperawatan yang telah melakukan kerja sama selama lima tahun kedepan. Melihat data jumlah lansia pada tahun 2015-2016 dari data puskesmas Talang Betutu dan Kelurahan Talang Jambe adalah berjumlah 1309 dengan target pelayanan Puskesmas Talang Betutu  dan yang termasuk lansia 1989 jiwa. Untuk kelurahan talang sebanyak 2000 jiwa lansia pada tahun 2017.

                Mengingat jumlah populasi lansia semakin meningkat, masalah kesehatan dan kehidupan social ekonomi yang banyak pada lansia seiiring dengan kemunduran fungsi tubuh, posyandu dapat memberi pelayanan kesehatan dan bimbingan lain, khusus nya dalam upaya mengurangi atau mengatasi dampak penuaan, serta mendorong lansia untuk tetap aktif, produktif dan mandiri, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dampak globalisasi memungkinkan setiap orang mandiri sehingga kelompok lansia terpisah jarak dengan anak-anak nya, sedangkan para lansia tetap membutuhkan sarana untuk hidup sehat dan bersosialisasi.

            Oleh sebab itu perlunya pembentukan dan pembinaan kader posyandu lansia yang berkelanjutan terhadap posyandu yang telah terbentuk.